Thursday, September 22, 2011

Cemara Hijau & Bunga-bunga cantik

Kelakuan baik berdiri tegak layaknya sebatang pohon cemara hijau.

Sedangkan kejahatan berkembang layaknya bunga-bunga.

Kelihatannya bahwa pohon cemara tersebut tidak seindah bunga-bunga.

Ketika embun beku datang, pohon cemara akan tetap berdiri tegak,
Sedangkan bunga-bunga tersebut, layu, tidak akan bisa kelihatan lagi.

Syair singkat di atas secara cerdik menyoroti dasar dari sebab dan akibat. Kelakuan baik dapat diibaratkan sebagai sebatang pohon cemara. Ketika kita melakukan perbuatan baik, itu tidak akan menarik banyak perhatian, sebaliknya kejahatan akan langsung kelihatan menarik. Ketika waktu pembalasan telah tiba, seberapa sederhananya kebaikan tersebut, akan memihak pada kebaikan sedangkan kejahatan hanya akan menuju kehancuran dan kematian.

Mari kita mengambil contoh lain. Kejahatan dapat diibaratkan sebagai batu asah. Ketika kita menggunakan batu asah setiap hari, kita tidak memperhatikan bahwa itu semakin berkurang, sampai suatu hari kita menyadari bahwa itu telah menjadi semakin kecil.

Orang jahat layaknya seperti batu asah tersebut, kamu tidak melihat dari permukaannya bahwa itu telah semakin habis, tetapi sebenarnya batu tersebut semakin hari semakin berkurang. Orang baik layaknya bunga anggrek, kamu tidak melihat bahwa itu bertumbuh, tetapi sebenarnya bunga tersebut bertumbuh setiap harinya. Jika kamu berbuat kejahatan, jangan memikirkan bahwa tidak ada orang yang akan mengetahuinya. Kamu tidak dapat lari dari sebab dan akibat, atau bahkan hati nurani kamu sendiri.

Jadi, jangan khawatir jika tidak mendapatkan hasil yang baik untuk sekarang ini. Pandanglah bunga dan rumput di perkebunan. Kelihatannya kamu tidak dapat melihat mereka tumbuh, tetapi sedikit demi sedikit, mereka tumbuh bermekaran. Ada suatu pepatah yang mengatakan, “Ketika seseorang ramah, orang lain akan mengambil keuntungan darinya, tetapi langit-langit tidak akan seperti itu. Ketika seseorang jahat, orang lain akan takut terhadapnya, tetapi langit-langit tidak akan seperti itu”. Jadi, kita tidak perlu terlalu memperhitungkan keuntungan dan kerugian untuk sementara waktu karena karma bekerja melewati 3 kehidupan, lampau, saat ini, dan masa mendatang, itu tidak pernah gagal.

No comments:

Post a Comment